Rabu, 22 April 2015

Tak Pernah Ku Terka





Hari ini...
Aku hanya bisa tersenyum seadanya
Melihat hadirmu yang tak pernah ku terka
Menunggu hingga saatnya tiba
Berharap akan ada kata kita
Tapi apa daya...
Itu hanya angan belaka
Bahkan hati dan pikiran kini sudah tak berjalan bersama
Berlomba untuk menjadi juara
Tapi apa hasilnya...
Luka dan air matalah akhirnya

Cerita Cinta





Ribuan makna yang selalu mengisi ruang fikirku
Terus mencoba mengartikannya satu persatu
Mencari arti hingga letihku
Aku coba untuk mengadu
Kepada Sang Pencipta ku
Berharap Dia memberi tahu
Tetapi tetap saja tak ada jawaban untuk hal itu
Aku tak pernah pahami bagaimana itu bisa terjadi
Aku tak pernah sadari bagaimana itu bisa menjadi
Harus aku akui
Aku terlalu naif untuk mengakui
Hingga rasa itu kian mengusik relung batinku
Menyiksa diriku yang tarlalu lugu
Dan yang bisa ku lakukan hanyalah diam membatu
Berharap dia tahu dan menghampiriku

Belajar dari Lilin




Wahai kawan..Jadilah engkau seperti lilin
Belajarlah engkau darinya
Kecil tapi besar manfaatnya
Sabar menghadapi tantangan dunia
Betapa tidak, ia membantumu disaat kegelapan menghampirimu
Tetapi, dimana dirimu, ketika ia berada dalam kegelapan
Engkau melupakannya,menyimpannya ditempat kecil tanpa penerangan
Ia tetap bersabar
Menunggu hingga saatnya tiba
Ketika kesenangan menghampirinya
Yaitu...disaat semua orang sibuk mencarinya
Bukan itu saja...Ia juga dapat terbebas dari kegelapan dunianya
Tetapi... Ketahuilah kawan
Kesenangan itu menjadi sirna
Setelah ia melihat sesosok merah panas menghampirinya..(API)
Benar..api itu membakar dirinya
Tapi ia tetap tidak menyerah
Ia tetap berdiri tegak dengan tenangnya
Namun apa daya...
Api itu merubah dirinya..
Dirinya yang putih tinggi, kini hanya cairan membeku yang tak beraturan
Tetapi bekas itulah yang menjadi saksi bisu bahwa tugas dari penciptanya sudah ia laksanakan
Yaitu....
MEMBERI PENERANGAN DALAM KEGELAPAN.....